Tampilkan postingan dengan label health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label health. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Februari 2010

Dampak Buruk Obat Nyamuk



Selasa, 16 Februari 2010 | 15:58 WIB
shutterstock
Ilustrasi

KOMPAS.com — Maunya, sih, biar si kecil bisa tidur nyenyak tanpa gangguan nyamuk. Akan tetapi, hati-hati, lo, ia masih rentan terhadap zat racun yang ditimbulkan obat nyamuk.

Gara-gara tak ingin si kecil terganggu tidurnya, biasanya kita menggunakan obat nyamuk. Entah yang dalam bentuk semprot, bakar, oles, ataupun elektrik. "Pada prinsipnya, semua obat nyamuk memiliki khasiat sama, untuk membunuh dan mengusir nyamuk. Bedanya cuma dalam kemasan dan konsentrasi bahan aktif atau zat racunnya," ujar dr H Bambang Supriyatno SpA dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Akan tetapi, tahukah para ibu dan ayah bahwa obat nyamuk bisa menjadi "ancaman" buat kita? Apalagi jika si kecil termasuk anak yang peka atau sensitif.

Aneka risiko

Mengapa obat nyamuk berbahaya buat manusia? Sebab obat nyamuk mengandung bahan aktif yang termasuk golongan organofosfat. Bahan aktif ini adalah dichlorovynil dimethyl phosfat (DDVP), propoxur (karbamat), dan diethyltoluamide, yang merupakan jenis insektisida pembunuh serangga.

Memang, seperti dijelaskan Bambang Supriyatno, tak semua bahan aktif tadi murni. Artinya, ada zat tambahannya. "Entah itu pewarna, pengawet, ataupun pewangi. Jadi, seperti ingridien dalam makanan. Campuran bahan tambahan tadi untuk memberikan wewangian tertentu karena umumnya bahan aktif berbau kurang sedap. "Nah, asal tahu saja, bahan-bahan tambahan ini pun berdampak pula pada kesehatan. Jadi, berlipatgandalah dampak buruk si obat nyamuk ini."

Racun nyamuk ditemukan pada semua jenis obat nyamuk. "Pada obat nyamuk bakar, semprot, dan elektrik lebih cenderung untuk membunuh nyamuk, sedangkan pada obat nyamuk oles lebih pada pencegahannya, yaitu mengusir nyamuk," jelas Bambang.

Kendati mengeluarkan zat racun yang sama, dosis tiap-tiap obat nyamuk berbeda satu sama lain. Ditilik dari segi konsentrasi atau komposisi, bahan aktif pada obat nyamuk terdiri dari konsentrasi ringan sampai berat, dari yang kurang toksid sampai yang lebih toksid.

Yang jelas, semua itu tergantung dari kadar konsentrasi racun dan jumlah pemakaiannya. Misalnya, kadar konsentrasi bahan aktif obat nyamuk semprot mungkin sedikit, tetapi kalau disemprotkan berulang kali tentu kadarnya akan bertambah banyak. Obat nyamuk yang memiliki kadar demikian mungkin bisa mematikan nyamuk dengan cepat, tetapi membahayakan kesehatan manusia.

Risiko terbesar terdapat pada obat nyamuk bakar karena secara langsung mengeluarkan asap yang dapat terhirup. Sementara obat nyamuk semprot berbentuk cair memiliki konsentrasi berbeda karena cairan yang dikeluarkan akan diubah menjadi gas. Artinya, dosisnya lebih kecil. Sementara obat nyamuk elektrik lebih kecil lagi karena bekerja dengan cara mengeluarkan asap, tetapi dengan daya elektrik.

Dengan demikian, makin kecil dosis bahan zat aktif, makin kecil pula bau yang ditimbulkan. Sekaligus, makin minim pula kemungkinan mengganggu kenyamanan manusia.

Batuk jadi pertanda

Bayi dan anak balita bisa dikatakan rentan terhadap obat nyamuk. Hal ini bisa terjadi karena organ-organ tubuhnya belum sempurna, daya tahan tubuhnya belum baik, refleks batuknya pun belum baik, dan sebagainya. Bahkan, bisa lebih berbahaya lagi pada anak yang alergi dan punya bakat asma.

"Bahan aktif dari obat nyamuk masuk ke dalam tubuh, baik melalui pernafasan maupun kulit, ke peredaran darah. Setelah itu menyebar pada sel-sel tubuh. Ada yang ke pernafasan, ke otak lewat susunan saraf pusat, dan lain-lain. Nah, organ mana yang sensitif, maka itulah yang akan terkena. Tentunya karena obat nyamuk lebih pada hirupan, maka yang paling berperan sekali adalah pernafasan. Sementara kalau lewat kulit sangat tergantung pada daya sensitivitas atau kepekaan kulit anaknya," jelas Bambang.

Jadi, gangguan-gangguan pada organ tubuh bisa saja terjadi jika pemakaian obat nyamuk tidak terkontrol sehingga dipakai dalam dosis yang berlebihan.
Anak yang punya alergi akan lebih menunjukkan reaksi, terutama pada saluran nafasnya. Ia akan lebih mudah batuk. Hal ini terjadi karena adanya gangguan mekanisme pertahanan saluran nafas, yang diakibatkan bahan aktif yang terhirup.

Reaksi yang terjadi bisa cepat, bisa juga lambat. Pada anak yang sensitif organ pernafasannya, reaksinya bisa saat itu juga atau timbul dalam beberapa menit. Begitu terhirup bau obat nyamuk, ia langsung batuk-batuk. Namun, ada juga yang setelah enam jam baru batuk-batuk. Obat nyamuk bisa juga menjadi faktor pencetus asma. Dampak ini terlihat pada anak yang memiliki bakat asma.

Lain lagi jika terjadi pada anak yang memiliki kulit sensitif. Jika terkena bahan-bahan yang terkandung dalam obat nyamuk, terutama bahan tambahannya, kulitnya akan kemerahan. Dan, ketika digaruk akan timbul lecet dan mungkin bisa menjadi eksim.

Rabu, 10 Februari 2010

Telah Hadir, Alat Tes Sperma Sendiri!


Rabu, 10 Februari 2010 | 08:41 WIB
KOMPAS.com — Anda penasaran melakukan tes sperma, tapi malu datang ke dokter atau lab? Pada masa mendatang, melakukan tes sperma sendiri di rumah bukan suatu hal mustahil. Para ahli di Belanda menawarkan solusi dengan menciptakan alat uji kesuburan pria praktis yang bisa dilakukan di rumah.

Loes Segerink dan timnya di Institut MESA+ untuk nanoteknologi, Universitas Twente, Enschede, Belanda, mengembangkan suatu alat mini berukuran 10 cm yang dapat melakukan pengujian sperma dalam hitungan detik. Alat itu ibaratnya "lab dalam sebuah chip".

Harus diakui, alat tersebut memang berguna. Akan tetapi, muncul pertanyaan soal etika penggunaan alat itu jika tanpa mendapatkan masukan dari profesional. Pasalnya, metode penghitungan manual yang diandalkan saat ini selalu disertai konsultasi pakar atau dokter. Dikhawatirkan, tanpa konsultasi, alat tersebut malah bisa merugikan.

Umumnya, pria agak malu untuk mengecek kualitas spermanya selain prosedurnya, analisisnya pun memakan waktu lama di laboratorium. Analisis sperma hasil ejakulasi harus dimulai pada jam yang sama. Artinya, kecuali sang pasien itu bertetangga dengan klinik kesuburan, ia tak bisa menyiapkan sampel sperma dari rumah dan harus langsung "memproduksi" di lab itu juga. Setelah sampel diserahkan kepada lab, butuh waktu cukup lama untuk melakukan metode penghitungan manual.

"Dengan sistem kami, kami bisa memecahkan masalah tersebut," kata Segerink.
Menurut dia, chip temuannya cuma perlu 12 detik untuk mengeluarkan hasil dan derajat kemungkinan kesalahannya sama dengan metode penghitungan manual. Alat itu bisa saja dipakai di pusat kesuburan rumah sakit, tetapi juga bisa diadaptasi sehingga ada variasi yang murah dan praktis sehingga bisa dipakai di rumah.

Di lain pihak, Michael Dunn, peneliti etika kesehatan Universitas Oxford, menyatakan kekhawatiran. "Ada risiko bagi sang pasien jika mereka tak diberikan informasi yang relevan tentang dampak hasil positif kemandulannya," ujarnya.

Artinya, kalau saja hasilnya ternyata pasien itu mandul, ia harus diberikan informasi yang tepat sehingga tak salah persepsi.

Alat-alat penguji kesehatan seperti itu kini makin dibutuhkan. Contoh lainnya adalah Hywel Morgan dan para mitranya dari Universitas Southhampton yang mengembangkan alat yang lebih praktis untuk menguji infeksi virus dan anemia hanya dari setitik darah.

"Alat seperti ini memungkinkan pendistribusian layanan kesehatan ke masyarakat luas," kata Morgan, "Namun, kalau Anda sedang mendiagnosis penyakit, hasil (uji dari alat) harus ditangani dengan tepat."

"Kalaupun teknologinya sudah siap dipasarkan, kesiapan masyarakat masih menjadi masalah," tandas Morgan. (C17-09)

Inilah Bagian Otak yang Bikin Takut Kehilangan Duit


Rabu, 10 Februari 2010 | 14:52 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Takut kehilangan uang mungkin suatu hal yang lumrah pada manusia. Sebuah studi para ahli dari California, Amerika Serikat, belum lama ini berhasil menemukan bagian otak yang memicu ketakutan akan kehilangan uang.

Dalam laporan riset yang dipublikasikan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences" , para ahli mengidentifikasi daerah otak yang disebut amiglada bertanggung jawab atas perilaku seseorang saat mempertaruhkan sesuatu.
Ketika amiglada ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya, seseorang cenderung berani mengambil risiko sangat besar.

Amigdala merupakan bagian otak yang terdiri dari dua jaringan sebesar kacang almond. Bagian ini dikaitkan dengan perasaan dan persepsi ketakutan dan kemampuan untuk berempati.

Temuan ini, kata peneliti, menawarkan pemahaman mengenai perilaku ekonomi dan menunjukkan bahwa manusia berkembang untuk bersikap hati-hati mengenai prospek kehilangan makanan atau harta lain yang berharga.

Penulis riset ini, Benedetto De Martino dari California Institute of Technology di Pasadena dan University College of London menyatakan penelitian ini dapat menjelaskan mengapa orang akan menolak bertaruh walaupun ada peluang menghasilkan kemenangan.

"Bukti laboratorium dan kenyataan menunjukkan, orang sering menghindari risiko kehilangan bahkan ketika mereka mungkin memperoleh hasil yang lebih besar, pilihan perilaku yang disebut `keengganan terhadap kerugian`," kata peneliti.

"Bayangkan Anda sedang dalam acara Who Wants to Be a Millionaire. Anda baru saja menjawab pertanyaan senilai 500,000 dollar dengan benar dan dihadapkan pada pertanyaan terakhir. Anda memiliki peluang 50:50 namun tak tahu jawabannya.. Jika Anda benar, akan menang 1 juta dollar; jika salah kembali ke nilai uang £32,000. Mayoritas orang akan mengambil opsi menyerah dan pulang ke rumah dengan uang senilai," £500,000, ungkapnya.

Benedetto De Martino mengamati dua perempuan yang mengidap kelainan genetika langka yang disebut penyakit "Urbach-Wiethe". Para peneliti itu membandingkan reaksi kedua perempuan tersebut dengan 12 orang yang otaknya normal. Menurut Benedetto, studi seperti itu biasanya hanya melibatkan sedikit orang karena tak mungkin atau tidak etis untuk secara sengaja merusak otak seseorang untuk melihat apa yang terjadi.

Dalam studi itu, para relawan diminta ikut taruhan, kondisi mereka mungkin menang 20 dolar atau kalah 5 dolar -- risiko yang tentu diambil oleh kebanyakan orang-- atau akan menang atau kalah 20 dolar, kondisi yang akan ditolak oleh kebanyakan orang. Kedua pasien dengan kerusakan amigdala itu malah tanpa rasa khawatir memasang taruhan sebesar 50 dolar AS.

"Kami kira ini memperlihatkan bahwa amigdala sangat penting dalam memicu rasa hati-hati ke arah penetapan taruhan saat orang mungkin kalah," kata Colin Camerera dari University College London yang juga terlibat dalam riset.

"Amigdala yang berfungsi penuh tampaknya membuat kita lebih berhati-hati. Kita sudah mengetahui bahwa amiglada terlibat di dalam proses kekhawatiran, dan itu tampaknya juga membuat kita `takut` menghadapi resiko kehilangan uang," ungkap anggota peneliti lainnya, Ralph Adolphs.

sumber www.kompas.com

Senin, 08 Februari 2010

Mengurangi Rasa Ketidaknyamanan Saat Hamil


Jumat, 5/2/2010 | 18:15 WIB

KOMPAS.com - Saat mengandung, tak hanya bayi Anda yang makin bertumbuh besar di dalam perut Anda, tapi juga rahim dan plasenta. Ini berarti Anda akan mulai merasa kurang nyaman dengan mengembangnya bagian pelvis dan perut Anda. Penambahan berat pada bagian perut pun akan menimbulkan tekanan pada bagian tulang belakang dan menimbulkan rasa sakit di punggung, bagian belakang kaki, punggung tengah, pundak, dan leher.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan rasa ketidaknyamanan di bagian punggung. Pertama, ada banyak hormon kehamilan yang bekerja untuk membuat otot dan ligamen punggung Anda lebih nyaman. Jadi, meski punggung Anda merasa lebih nyaman, tapi sekaligus amat rentan rasa sakit. Lalu, berat dari rahim yang membesar, bayi, dan plasenta mulai akan terasa sulit untuk dibawa. Perubahan tersebut akan menyebabkan perubahan postur tubuh. Dengan kehamilan, pusat gravitasi Anda akan mengalami sedikit perubahan. Adalah hal yang alami ketika postur tubuh Anda sedikit berubah. Punggung Anda akan sedikit terdorong ke belakang, pelvis sedikit maju. Perubahan postur ini pun akan menyebabkan perubahan gaya berjalan Anda.

Cobalah tips-tips dari Susan Warhus MD, pengarang Darn Good Advice Pregnancy berikut untuk mengurangi rasa ketidaknyamanan saat kehamilan:
* Kenakan sepatu nyaman, yang mampu menyangga lengkungan di bagian telapak kaki Anda.
* Jika Anda harus mengambil sesuatu di lantai, gunakan otot kaki Anda untuk sedikit berjongkok sambil menjaga punggung Anda tetap tegak, jangan membungkuk ke depan, karena bisa mendorong pelvis Anda.
* Secara umum, jangan mencoba mengangkat barang yang beratnya lebih dari 7kg.
* Saat akan beranjak berdiri dari posisi tidur atau bangkit dari tempat duduk, gunakan kedua kaki Anda yang menjejak rata ke tanah sambil menjaga keseimbangan.
* Cobalah lakukan olahraga kehamilan secara teratur; yoga kehamilan, senam kehamilan, atau pun renang untuk ibu hamil, karena benar-benar bisa membantu Anda.
* Saat tidur, bersandarlah di samping tubuh Anda, kurangi tidur telentang. Sematkan beberapa bantal kecil di posisi-posisi yang butuh sanggahan untuk menciptakan posisi nyaman Anda. Posisi terbaik selama kehamilan adalah posisi miring ke kiri, karena bisa mendorong aliran darah dan nutrisi ke bayi Anda. Ini karena saluran darah utama mengalir di bagian kanan tulang belakang. Tak masalah jika Anda merasa nyaman untuk tidur dengan posisi menyamping ke kanan. Upayakan untuk tidak tidur telentang.
* Ambil waktu dalam sehari untuk mengistirahatkan kaki Anda, lebih baik lagi jika Anda bisa sambil sedikit berbaring saat mengangkat kaki Anda.
* Sesekali, manjakan diri dengan pijatan khusus ibu hamil.
* Minta tolong orang terdekat Anda untuk mengoleskan salep pereda pegal di bagian punggung.
* Secara rutin, cek kondisi ke dokter kandungan Anda.

Minggu, 07 Februari 2010

Ibu Hamil, Penuhilah 7 Zat Gizi Penting Ini!


KOMPAS.com- Gizi ibu hamil disebut sempurna bila setiap hari ia mengonsumsi makanan yang mengandung seluruh zat gizi dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.

* Kalori
Kekurangan kalori dapat mengganggu proses tumbuh kembang janin dan berbagai perubahan dalam tubuh ibu. Selain itu, konsumsi kalori (karbohidrat dan lemak) yang rendah akan menyebabkan banyak protein terbuang sebagai sumber energi.

* Protein
Protein dibutuhkan untuk pembangunan sel-sel baru janin dan untuk pembentukan semua bahan pengatur, seperti hormon ibu dan janin. Protein juga menjadi struktur dasar bagi pembentukan organ-organ dalam tubuh. Itulah sebabnya, ibu hamil dianjurkan estra protein sebanyak 12 gram sehari atau setara dengan dua butir telur ukuran besar setiap hari.

* Serat
Konsumsi serat yang rendah menyebabkan Anda mengalami sembelit atau sukar buang air besar.

* Asam folat dan seng
Kekurangan kedua jenis zat gizi ini menyebabkan gagalnya pembentukan otak yang sempurna, sehingga menimbulkan cacat bawaan pada susunan saraf pusat dan otak janin.

* Kalsium
Jika ibu hamil kurang mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium, janin akan mengambil persediaan kalsium yang ada dalam tulang ibu. Akibatnya ibu akan menderita kerapuhan tulang (osteoporosis).

* Zat besi
Suplai zat besi yang cukup sangat diperlukan, karena volume darah Anda selama hamil akan meningkat sampai 30 persen. Jadi, jika kekurangan zat besi, maka ibu hamil dapat menderita anemia. Bukan hanya itu, kelancaran proses melahirkan pun terganggu.

* Air
Dehidrasi dapat berakibat fatal, karena bisa menyebabkan ibu hamil dirawat di rumah sakit. Oleh karena itu sebaiknya Anda minum minimal 10 gelas air putih setiap hari. Sebagai variasi, Anda dapat mengganti air putih dengan jus buah atau yogurt.

Sumber: Buku 9 Bulan yang Menakjubkan (www.kompas.com)

Agar Singkong Lebih Bergizi


Minggu, 7/2/2010 | 12:45 WIB

KOMPAS.com - Singkong merupakan pangan lokal yang telah lama diminati oleh masyarakat. Pada zaman perang, saat masuknya Jepang ke Indonesia, beras sangat langka dan sulit didapat, tetapi masyarakat tidak kurang akal. Kita semua memanfaatkan singkong sebagai pengganti nasi. Ini berarti masyarakat telah mengenal makanan yang mengenyangkan (sumber karbohidrat), memilih singkong sebagai makanan pokok karena mudah didapat di pasar.

Sebenarnya saat itu sumber karbohidrat jenisnya sangat banyak, seperti talas, ganyong, dan ubi. Namun, yang populer adalah singkong yang dimasak dengan diparut (sawut) yang bentuknya mirip nasi. Ditinjau dari segi gizi, selain merupakan sumber kalori, singkong juga mengandung protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, serta vitamin B dan vitamin C.

Kandungan protein yang kecil dapat dipadukan dengan protein dari lauk-pauk sehingga dapat melengkapi kebutuhan sehari-hari. Juga dapat melengkapinya dengan sayuran dan buah.

Sekarang ini para ahli telah banyak memanfaatkan singkong menjadi industri seperti dibuat beras aruk yang berbentuk butiran menyerupai beras. Ini dapat diolah menjadi nasi aruk atau dapat dicampur dengan beras dan rasanya tetap nikmat. Selain itu, juga diolah menjadi mi cassava (singkong).

Mi singkong ini merupakan produk olahan campuran tepung singkong dan pati singkong yang dapat dibuat dalam bentuk basah maupun kering. Salah satu produk yang terkenal adalah mi bendo, produk ini dihasilkan oleh pengusaha di Desa Bendo, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY.

Industri tepung cassava
Tepung cassava adalah tepung yang dibuat secara langsung dari singkong yang dikeringkan dan dijadikan tepung, tetapi bukan dibuat gaplek sehingga warnanya masih keputihan. Tepung inilah yang kemudian diolah menjadi mi dan hasil masakan dari mi ini tetap nikmat. Hal ini bergantung pada bagaimana mengolah resepnya dan campuran isinya.

Karena singkong dianggap bernilai sosial rendah dalam era globalisasi, kita dapat mengangkatnya sesuai selera global. Misalnya, selera serba mentega dan telur menjadi cake atau dengan selera serba keju dibuat combro yang rasanya lebih nikmat sehingga pastinya akan diminati karena dimodifikasi dengan penambahan keju.

Ini hanyalah salah satu contoh, sebenarnya hidangan apa pun jika diramu dengan perpaduan yang lengkap gizi akan menjadi hidangan yang sehat dan nikmat. Oleh karenanya, jangan meremehkan satu jenis makanan karena jika diracik dan dipadu dengan bahan dan bumbu yang tepat, akan menjadi hidangan yang nikmat, malahan bergizi dan sehat.

Oleh: Ibu Tuti Soenardi



Editor: din

Sumber: Kompas Cetak